(024) 8441270 pa@fk.undip.ac.id

Kurikulum

Semester I

Patobiologi

Patologi Umum

Teknik Histopatologi

Teknik Potong Beku Dasar

Teknik Sitologi

Dasar-dasar histokimia

Teknik Autopsi

Semester II

Patologi Organ Dasar

Sitologi Dasar

Autopsi Klinik

Imunohistokimia

Teknik FNAB Dasar

Patologi Eksperimental

Metodologi Penelitian

Semester III

Patologi Sistema I

Sitologi Lanjut I

Semester IV

Patologi Sistema II

Sitologi Lanjut II

Penyusunan proposal tesis

Semester V

Patologi Sistema III

Sitologi Lanjut III

Penelitian Tesis

Semester VI

Patologi Sistema VI

Sitologi Lanjut VI

Semester VII

Patologi Sistema V

Sitologi Lanjut V

Semester VIII

Penelitian Tesis Lanjutan

Penyusunan Tesis dan Ujian Tesis

Setelah menyelesaikan studi mahasiswa akan mampu :

Menerapkan etika profesi Dokter Spesialis Patologi dalam menjalankan tugas atau tanggung jawab sebagai Dokter Spesialis Patologi

Berperan aktif dalam mengembangkan ilmu kedokteran khususnya dalam bidang Patologi Anatomik melalui penulisan karya ilmiah yang dipresentasikan atau dipublikasikan dari hasil penelitian

Menegakkan diagnosis Patologi Anatomik baik histopatologik rutin, potong beku maupun sitopatologik dari bahan atau organ tubuh yang diperiksa

Menentukan sebab kematian pasien dengan melakukan autopsi

Mengelola suatu sentra diagnostik patologi dalam merancang, melaksanakan dan mengawasi kegiatan di masing-masing unit

Berperan aktif dalam tim medik rumah sakit sebagai spesialis patologi anatomik dalam pengelolaan pasien

Berperan sebagai manajer suatu sentra diagnosis patologi anatomik

Berperan sebagai pengajar dan pembimbing dalam bidang patologi anatomik

Diskusi, CPC (Clinico Pathological Conference), Tugas baca jurnal, Referat, Mempelajari teaching set, Mempelajari arsip, Penelitian, Membuat preparat sendiri, Membimbing mahasiswa, Penulisan makalah ilmiah.

Tahap I/ Tahap awal/ Pembekalan

  • Merupakan peserta PPDS PA Semester 1 dan 2 yang mampu melakukan semua praktek kedokteran sebagaimana dilakukan oleh dokter umum.
  • Mempelajari proses dasar terjadinya perubahan morfologik pada jaringan serta melakukan observasi/pelatihan sebagian praktek kedokteran SpPA dibawah bimbingan DSPA
  • Perkuliahan dan diskusi mata kuliah semester 1.
  • Presentasi dan diskusi ilmu patobiologi dan dasar patologi organ dengan supervisor yang ditunjuk
  • Praktikum teknik laboratorium patologi anatomik dasar dan lanjut, serta patologi eksperimental.
  • Kegiatan magang teknik dasar autopsi di departemen forensik.
  • Penulisan karya ilmiah berupa tinjauan pustaka patologi anatomi
  • Kewenangan: belum diberi kewenangan
  • Setelah dinyatakan selesai oleh pusat pendidikan didaftarkan untuk mengikuti Ujian Nasional Teori ( Unas Tahap I) yang dilaksanakan oleh Kolegium PA

 Tahap II/ Tahap Magang

  • Merupakan peserta PPDS PA Semester 3 , 4 dan 5 yang mampu melakukan sebagian besar praktik kedokteran SpPA dengan syarat dalam bimbingan dan tanggung jawab DSPA yang berwenang.
  • Kegiatan magang di ruang potong / grossing dan ruang potong beku.
  • Kegiatan magang diagnostik sesuai rotasi modul organ.
  • Tugas baca diskusi kasus harian, kasus sulit dan teaching set dengan supervisor terkait.
  • Penugasan sebagai pelayanan masyarakat
  • Pemeriksaan papsmear dan FNAB
  • Pembuatan karya ilmiah berupa laporan kasus dan telaah retrospektif yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah.
  • Presentasi laporan kasus berupa laporan kasus dan telaah retrospektif yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah tingkat nasional / internasional.
  • Penulisan proposal penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah.

Kewenangan:

  • Memotong jaringan yang diterima untuk pemeriksaan PA
  • Mendiskripai kalainan makroskopik dan mikroskopik
  • Menegakkan diagnosis PA berdasarkan kelainan yang ditemukan
  • Menentukan pulasan khusus yang diperlukan pada kasusu tertentu
  • Kewenangan ini tetap dibawah bimbingan dan tanggung jawab DSPA yang berwenang
  • Setelah dinyatakan selesai/lulus oleh Pusat pendidikan dikirim untuk mengikuti Ujian Nasional Kemampuan Diagnostik (UNAS Tahap II) yang diselenggarakan oleh Kolegium PA

 Tahap III/Tahap Mandiri

Merupakan PPDS  semester 6 dan 7 yang mampu melakukan semua praktik kedokteran SpPA sebagaimana dilakukan oleh dokter SpPA dibawah bimbingan DSPA.

  • Kegiatan diagnostik mandiri dengan supervisi DPJP
  • Praktik FNAB secara mandiri
  • Penugasan sebagai pelayanan masyarakat dan penanggung jawab CPC
  • Kegiatan penelitian dan penulisan tesis yang kemudian dipresentasikan pada ujian tertutup atau ujian terbuka.
  • Penulisan naskah publikasi karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional terakreditasi / internasional.

Kewenangan:

  • Memotong jaringan yang diterima untuk pemeriksaan PA.
  • Mendeskripsikan kelainan makroskopik dan mendiagnosis secara mikroskopik.
  • Melakukan pemeriksaan makroskopik, mengambil sampel, membaca serta mendiagnosis kasus dan mendiskusikan dengan supervisor.
  • Menyiapkan dan mempelajari kasus yang akan dibicarakan dan menyajikan dalam forum diskusi klinikopatologi/CPC serta berpartisipasi aktif dalam diskusi.
  • Melakukan pemeriksaan dan diagnosis sitopatologi serta melakukan autopsi klinik serta menyusun laporan autopsinya dibawah bimbingan DSPA yang berwenang.
  • Setelah dinyatakan lulus oleh Pusat Pendidikan, dikirimkan untuk mengikuti Ujian Nasional Akhir/Profesi (UNAS Tahap III) yang dilaksanakan oleh Kolegium PA